Minggu, 28 Juni 2015

Kuliah Subuh : Empat Kebiasaan Para Rasul

0 komentar
Kuliah  Subuh pada hari ke dua belas Ramadhan tahun ini di Masjid As Salamah Kompleks RSU PKU Muhammadiyah Gubug penceramah menjelaskan tentang empat kebiasaan para Rasul yang bisa kita teladani. Empat kebiasaan yang dilakukan oleh para Rasul ini semuanya merupakan hal yang sekarang ini masih tetap saja menjadi hal yang tidak basi bahkan selalu bisa dilakukan.
Adapun empat kebiasaan yang dilakukan oleh para Rasul adalah sebagai berikut:

Jumat, 26 Juni 2015

Benteng terhadap Amal Perbuatan Manusia

0 komentar

Setiap manusia diberikan karunia oleh Allah SWT berupa banyak nikmat yang tak pernah terhitung jumlahnya. Jika kita ingin mengetahui betapa besar nikmat Allah, tentu kita tidak akan mampu untuk menghitung satu per satu. Salah satu nikmat yang kita miliki adalah nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita semua bisa mengerjakan puasa di Bulan Ramadhan ini.
 
Pada kultum subuh pagi ini, penceramah menjelaskan tentang benteng amal yang akan menghindarkan manusia kepada sifat sombong. Adapun benteng amal yang bisa kita jadikan agar kita tidak memiliki rasa sombong adalah :

1.       Amal yang kita perbuat itu dari Allah

Setiap amal yang kita perbuat sejatinya merupakan karuniat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua. Hal ini akan menghindarkan diri dari rasa menyombongkan diri ketika berbuat yang baik. Salah satu contoh adalah misal ada teman kita yang berhasil dan kita juga ikut membantu keberhasilannya, kita tidak boleh berbangga hati karena pertolongan kita teman kita tersebut menjadi berhasil. Tapi semuanya atas karunia Allah SWT.

2.       Semua amal untuk keridhoan Allah SWT dan untuk melemahkan hawa nafsu
Amal yang kita perbuat hanya untuk mencari keridhoan dari Allah SWT. Setiap manusia pasti memiliki hawa nafsu, hal inilah yang kadang menjerumuskan manusia ke lembah nista karena menuruti hawa nafsu dan melupakan mencari ridho Allah SWT. Maka setiap amal yang kita perbuat seharusnya hanya untuk mencari keridhoan dari Allah SWT.

3.       Amal yang kita perbuat untuk mendapatkan pahala dan menghindarkan dari sifat tamak dan riya

Amal yang kita perbuat ini karena juga ada pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT, jangan sampai karena sifat tamak dan riya dalam diri kita akhirnya ibadah kita menjadi sia-sia.

Dari penjelasan diatas kita bisa menyimpulkan bahwa orang yang ikhlas atau mukhlis itu adalah mereka yang menyembunyikan amal baiknya sebagaimana dia menyembunyikan amal buruknya. Tidak ada satu orang pun yang menginginkan aibnya diketahui oleh orang lain.

Sedangkan yang disebut dengan perbuatan ikhlas adalah ketika seseorang sudah tidak mengharapkan pujian dari orang lain. Ketika ada yang memuji, seseorang yang beramal ini tidak berbangga hati.

Demikian kultum subuh pada hari kesepuluh Ramadhan ini yang disampaikan oleh Bp. Rois Hamdani di Masjid As Salamah Kompleks RSU PKU Muhammadiyah Gubug. Semoga bermafaat

Senin, 22 Juni 2015

Santriwati PAY Muhammadiyah Gubug Raih Beasiswa Pendidikan Dokter di UMY

2 komentar
Alhamdulillahirobbil 'alamiin.. kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak sekali nikmat yang tak pernah bisa dihitung. Salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kami pada Bulan Ramadhan yang mulia ini adalah salah satu santri Panti Asuhan Anak Yatim (PAY) Muhammadiyah Gubug berhasil meraih beasiswa Pendidikan Dokter di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Beasiswa ini sebagai wujud bentuk kepedulian pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia serta upaya pengembangan Muhammadiyah. Beasiswa ini diberikan kepada santri yang kurang mampu dari Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Muhammadiyah di Indonesia.

Minggu, 21 Desember 2014

Makna Peeintah Sholat bagi Manusia

0 komentar
(Al-'An`ām):162 - Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
Mengapa manusia diperintahkan untuk sholat?  
Jawabannya adalah karena manusia sudah diberi ruang, waktu, materi, energi, dan informasi oleh Allah SWT. Karena kita sebagai manusia memiliki hal tersebut maka manusia menjadi ada dan memiliki tanggung jawab sebagai seorang hamba untuk beribadah kepada Allah SWT. 

Manusia diberikan semua hal tersebut maka Allah memiliki hak untuk memberi perintah kepada manusia untuk ditaati dan manusia punya kewajiban sebagai seorang hamba. 

(Al-Qiyāmah):31 - Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat,

(Al-Qiyāmah):32 - tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran),

Sholat merupakan perwujudan dari ibadah kepada Allah. Tidak hanya sholat tapi juga ibadah lainnya, hidup, dan mati kita hanya untuk Allah SWT. Artinya semua hal dalam kehidupan kita harus berperadaban, harus dengan cara Allah SWT. Artinya kita semua harus hidup dengan cara Allah SWT. 


Minggu, 07 Desember 2014

Menyadari Tanda-tanda Kebesaran Allah

0 komentar
Sebagai manusia, kita semua wajib menggunakan panca indra kita untuk mengetahui ayat-ayat Allah SWT. Apa saja yang kita lihat, apa saja yang kita dengar, apa saja yang kita rasakan merupakan ayat yang menjadikan diri kita mengenal mgingat Allah SWT.

Allah berfirman dalam Q.S. ('Āli `Imrān):7 - Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

Allah menyayangi manusia melalui ayat-ayat Nya yang diberikan setiap detik. Sebagai contoh manusia merasakan lapar, dahaha, mengantuk, dan lain-lain. Jika manusia menyadari bahwa itu adalah ayat-ayat Allah SWT maka dia akan bisa memikirkannya.


Allah berfirman dalam Q.S. (Al-'An`ām):1 - Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

Melalui ayat-ayat Allah SWT itulah manusia akan mengolah dan mencernanya melalui akal pikirannya sehingga manusia menyadari hakikat dirinya sebagai seorang hamba.

Melalui ayat-ayat Allah SWT itulah kita semua bisa menyadari betapa Maha Besar Allah SWT. Maka dari itu kita semua sebagai hamba wajib hanya beribadah kepada Allah SWT. 
 

Terpopuler

Terpopuler Bulan Ini

Terpopuler Minggu Ini